Alhamdulillah hari sabtu yang lalu tanggal 4 agustus 2012
diadakan tausiyah dakwah plus ifthor jamai di masjid raya hasmi cimanglid
dimulai jam 16.00 wib.
Pada kesempatan ini ada hal penting yang disampaikan oleh
beberapa asatidz kita, berkenaan dengan
pergerakan dakwah di london inggris dengan metode dakwah yang mereka lakukan
dan juga berkenaan dengan kaitan antara manhaj dan fiqih.
Dalam pertemuan tersebut diputarkan video tentang dakwah
saudara-saudara kita di kota london yang unik, berani, dan sangat ramah dengan target
dakwah yang mereka hadapi. Yang kita ketahui bersama di negara inggris non
muslimnya masih banyak.
Dan dengan dakwah yang mereka lakukan (hafidzohumulloh)
semakin banyak penduduk negeri itu yang masuk ke dalam Islam, subhanalloh.
Ikhwah fillah rohimaniyalloh wa iyyakum,
Video tersebut memberikan motivasi yang sangat baik bagi
peserta yang hadir, bahwa diluar negeri sana ada orang-orang yang begitu
semangat dan berani dalam mendakwahkan Islam padahal mayoritas disana adalah
non muslim. Berbeda dengan kita yang tinggal diindonesia ini -yang notabene
mayoritas muslim- kita malu-malu dan merasa berat untuk berdakwah dengan
berbagai alasan, kenapa? Padahal walaupun negeri kita ini banyak muslimnya, tetapi masih belum menegakkan
tauhid, masih banyak yang melakukan kekufuran, kesyirikan.
Dan hal yang sangat penting yang disampaikan oleh para
asatidz adalah kita harus benar-benar bisa menempatkan mana yang manhaji dan
mana yang fiqhiyyah. Karena banyak terjadi, perkara-perkara yang terkait fiqh
dan masih ada perbedaan pendapat diantara para ulama, ini menjadika kita saling
“baku hantam” dengan saudara-saudara kita bahkan yang sama-sama mengenal
sunnah, sehingga tidak mau tegur sapa, tidak saling mengucap salam, bahkan
saling mencela !! astagfirulloh.
Bahkan meskipun ada penyimpangan manhaj, kita tidak boleh
begitu saja membenci dan mencela orang, yang harus kita lakukan adalah
mendakwahkannya dengan rasa cinta dan kasih sayang bukan dengan rasa benci. Mendakwahkan
orang lain tetapi hati kita diliputi kebencian maka hasilnya malah akan
bertolak belakang dengan harapan kita.
Kita harus jeli dalam memilah mana yang manhaji dan mana yang
tataran fiqh, sebab jika tidak demikian kita senantiasa dihantui rasa takut dan
khawatir dalam menjalankan dakwah, sehingga dakwahnya malah macet atau jalan
ditempat. Karena berdakwah itu sebagaimana yang dicontohkan Nabi shollallohu ‘alaihi
wasallam butuh taktik dan strategi tidak serampangan, kapan harus maju kapan
harus mundur, kapan harus ngotot dan kapan harus diam, kapan harus damai dan
kapan harus perang. Dalam hal ini harus disesuaikan dengan kondisi dan keadaan,
disetiap tempat dan setiap waktu bisa berbeda-beda metode dakwah yang harus
dilakukan, sehingga bisa memberlakukan metode yang berbeda dengan kondisi yang
berbeda pula. Tidak hanya itu-itu saja disetiap waktu dan tempat.
Dan alhamdulillah, para asatidz kita mengkaji secara mendalam
sebelum mengambil keputusan dakwah, yakni dengan merujuk kepada
pendapat-pendapat para ahli ilmu (dari kalangan alim sunnah), dan bukan cuma kepada
satu atau dua orang ulama, tetapi melihat pendapat puluhan ulama. Subhanalloh. Hadanalloh
ilal haqq.
Dan para peserta merasa lega mendengar hal tersebut,
sebagaimana yang dicontohkan para asatidz banyak perkara yang masih diperbolehkan
tetapi kebanyakan kita melarangnya secara mutlak, padahal para ulama saja ada
yang membolehkan hal-hal tersebut, tentu ini dalam perkara fiqh, yang memang
kita harus berlapang dada menerima perbedaan dalam masalah ini, ingat selama
masih ada sandaran dari syariat dan para alim sunnah.
Jika ada hal-hal yang masih dibolehkan kemudian kita haramkan
secara mutlak, maka ini tidak adil, mendahului para ulama dan akan menghambat
pergerakan dakwah tauhid, ini bagian dari was-was syetan, karena perbedaan
fiqih lantas menghambat dakwah tauhid yang dimasyarakat kita masih banyak
penyimpangan tauhid ?!!
Dan satu hal lagi para asatidz kita memutuskan sesuatu dengan
bermusyawarah, sehingga lebih terjaga dari kesalahan pribadi masing-masing. Sehingga
diantara beliau-beliau saling melengkapi satu sama lain.
Duh maaf sampai disini dulu laporannya...maklum masih banyak
kerjaan nih. kalau ada yang salah-salah tolong diberitahu ya..