Minggu, 05 Agustus 2012

Laporan Acara Tausiyah Dakwah dan Ifthor Jamai 04-08-2012



Alhamdulillah hari sabtu yang lalu tanggal 4 agustus 2012 diadakan tausiyah dakwah plus ifthor jamai di masjid raya hasmi cimanglid dimulai jam 16.00 wib.

Pada kesempatan ini ada hal penting yang disampaikan oleh beberapa asatidz kita,  berkenaan dengan pergerakan dakwah di london inggris dengan metode dakwah yang mereka lakukan dan juga berkenaan dengan kaitan antara manhaj dan fiqih.

Dalam pertemuan tersebut diputarkan video tentang dakwah saudara-saudara kita di kota london yang unik, berani, dan sangat ramah dengan target dakwah yang mereka hadapi. Yang kita ketahui bersama di negara inggris non muslimnya masih banyak.

Dan dengan dakwah yang mereka lakukan (hafidzohumulloh) semakin banyak penduduk negeri itu yang masuk ke dalam Islam, subhanalloh.

Ikhwah fillah rohimaniyalloh wa iyyakum,
Video tersebut memberikan motivasi yang sangat baik bagi peserta yang hadir, bahwa diluar negeri sana ada orang-orang yang begitu semangat dan berani dalam mendakwahkan Islam padahal mayoritas disana adalah non muslim. Berbeda dengan kita yang tinggal diindonesia ini -yang notabene mayoritas muslim- kita malu-malu dan merasa berat untuk berdakwah dengan berbagai alasan, kenapa? Padahal walaupun negeri kita ini banyak  muslimnya, tetapi masih belum menegakkan tauhid, masih banyak yang melakukan kekufuran, kesyirikan. 

Dan hal yang sangat penting yang disampaikan oleh para asatidz adalah kita harus benar-benar bisa menempatkan mana yang manhaji dan mana yang fiqhiyyah. Karena banyak terjadi, perkara-perkara yang terkait fiqh dan masih ada perbedaan pendapat diantara para ulama, ini menjadika kita saling “baku hantam” dengan saudara-saudara kita bahkan yang sama-sama mengenal sunnah, sehingga tidak mau tegur sapa, tidak saling mengucap salam, bahkan saling mencela !! astagfirulloh.

Bahkan meskipun ada penyimpangan manhaj, kita tidak boleh begitu saja membenci dan mencela orang, yang harus kita lakukan adalah mendakwahkannya dengan rasa cinta dan kasih sayang bukan dengan rasa benci. Mendakwahkan orang lain tetapi hati kita diliputi kebencian maka hasilnya malah akan bertolak belakang dengan harapan kita.

Kita harus jeli dalam memilah mana yang manhaji dan mana yang tataran fiqh, sebab jika tidak demikian kita senantiasa dihantui rasa takut dan khawatir dalam menjalankan dakwah, sehingga dakwahnya malah macet atau jalan ditempat. Karena berdakwah itu sebagaimana yang dicontohkan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam butuh taktik dan strategi tidak serampangan, kapan harus maju kapan harus mundur, kapan harus ngotot dan kapan harus diam, kapan harus damai dan kapan harus perang. Dalam hal ini harus disesuaikan dengan kondisi dan keadaan, disetiap tempat dan setiap waktu bisa berbeda-beda metode dakwah yang harus dilakukan, sehingga bisa memberlakukan metode yang berbeda dengan kondisi yang berbeda pula. Tidak hanya itu-itu saja disetiap waktu dan tempat.

Dan alhamdulillah, para asatidz kita mengkaji secara mendalam sebelum mengambil keputusan dakwah, yakni dengan merujuk kepada pendapat-pendapat para ahli ilmu (dari kalangan alim sunnah), dan bukan cuma kepada satu atau dua orang ulama, tetapi melihat pendapat puluhan ulama. Subhanalloh. Hadanalloh ilal haqq.

Dan para peserta merasa lega mendengar hal tersebut, sebagaimana yang dicontohkan para asatidz banyak perkara yang masih diperbolehkan tetapi kebanyakan kita melarangnya secara mutlak, padahal para ulama saja ada yang membolehkan hal-hal tersebut, tentu ini dalam perkara fiqh, yang memang kita harus berlapang dada menerima perbedaan dalam masalah ini, ingat selama masih ada sandaran dari syariat dan para alim sunnah.

Jika ada hal-hal yang masih dibolehkan kemudian kita haramkan secara mutlak, maka ini tidak adil, mendahului para ulama dan akan menghambat pergerakan dakwah tauhid, ini bagian dari was-was syetan, karena perbedaan fiqih lantas menghambat dakwah tauhid yang dimasyarakat kita masih banyak penyimpangan tauhid ?!!


Dan satu hal lagi para asatidz kita memutuskan sesuatu dengan bermusyawarah, sehingga lebih terjaga dari kesalahan pribadi masing-masing. Sehingga diantara beliau-beliau saling melengkapi satu sama lain.

Duh maaf sampai disini dulu laporannya...maklum masih banyak kerjaan nih. kalau ada yang salah-salah tolong diberitahu ya..

Semoga bermanfaat !!



Kamis, 02 Agustus 2012

HASMI: Harokah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami


Sebuah pergerakan Islam yang berlandaskan sunnah atau bermanhaj ahlussunnah wal jamaah yang bercita-cita untuk membangun masyarakat indonesia menjadi masyarakat yang Islami, masyarakat yang mau menerapkan ajaran Islam yang murni, ajaran yang berasal dari Rosululloh SAW sesuai yang dipahami oleh para sahabat beliau. Bukan Islam yang tercampur dengan karangan-karangan palsu sebagaimana yag terjadi disekitar kita.

Hasmi mengajak kita semua kaum muslimin khususnya diIndonesia, untuk berjuang menegakkan agama Alloh dengan segenap kemampuan, harta, tenaga, waktu, fikiran bahkan jiwa !

Dan ini tentu tidak mudah, tidak banyak orang yang mau, kecuali yang benar-benar mendapat petunjuk dari Alloh, karena memang perjuangan dimanapun dan kapanpun butuh pengorbanan. Orang-orang yang menyebarkan kemaksiatan dan kesesatan saja mereka berkorban harta dan jiwa, maka kita yang berjuang menegakkan kebenaran lebih patut untuk banyak berkorban. Karena mereka yang mau masuk neraka begitu gigih maka kita yang dijanjikan surga harus lebih gigih.

Semoga Alloh memberi hidayah kepada kita semua untuk mau merasakan kenikmatan dijalan perjuangan menegakkan agama-Nya. Amin.

"Mereka berkata: Robb kami adalah Alloh, kemudian beristiqomah"